Student One Islamic School

Raising a smart, creative and Quranic Generation

  • Patuhi selalu protokol kesehatan
  • To all Student One students, congratulations on taking the final exam of the semester. Hopefully get a good result
  • To all new students, welcome to Student One Islamic School
  • Student One is still open new student registration, please contact our administration
  • Congratulation for 2nd Graduation of Preschool Student One Islamic School

Masjid Al Madeena Student One Menggelar Shalat Ied Perdana

Kamis, 13 Mei 2021 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 135 Kali

Allahu Akbar...Allahu Akbar...Allahu Akbar.

Kumandang takbir mengiringi kedatangan kaum muslimin dan muslimat di Masjid Al Madeena yang berada di komplek Student One Islamic School, Curug. Beberapa jamaah datang bersama keluarga. Anak dan istri mereka ikut bergabung di barisan jamaah shalat Iedul Fitri 1442H. Dengan mematuhi protokol kesehatan, shalat Ied yang pertama dilaksanakan di masjid ini diikuti sekitar 160 jamaah. Jumlah ini hanya sekitar 30% dari kapasitas. Jamaah berasal dari masyarakat desa Curug dan sekitarnya. Shalat jamaah ini dihadiri pula oleh Pendiri/Pembina YGSM H. Eko Kis Soeprodjo dan Hj. Nuraini beserta keluarga, Ketua dan beberapa pengurus YGSM, Kamis (13/05).  

Sebelum masuk ke masjid jamaah dipindai suhu tubuhnya, wajib menggunakan masker, dan mencuci tangan. Saat berada di masjid jarak antar jamaah sudah diatur oleh pengurus DKM. Namun demikian DKM juga menyediakan masker cadangan dan hand sanitizer. 

Menurut Ust. Ade Sodikin pengurus Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM) Al Madeena shalat Ied mulai dilaksanakan pukul 06.40. Petugas yang bertindak sebagai khatib adalah Ust. Endi Suhendi Zen, MA., imam Ust. H. Ahmad Jazuli dan muadzin Bp. Nasrul.


YGSM mengucapkan Selamat Iedul Fithri Mohon Maaf lahir dan Batin (dok)

Dalam khutbah yang berjudul "Menebar Maaf Membangun Kebersamaan" terdapat beberapa hal penting yang disampaikan.

  1. Pentingnya memberi maaf

Endi mengatakan bahwa kesalahan yang terjadi antar manusia akan menimbulkan dosa dalam catatan Allah swt. Namun demikian dosa-dosa tersebut akan terampuni bila yang bersangkutan saling memaafkan.

Sikap memaafkan akan mengikis sikap egois. Dan yang lebih parah, kesalahan yang tidak dimaafkan ketika hidup apabila sampai terbawa mati akan menyisakan tuntutan pengadilan akhirat dan dapat mengikis kebaikan-kebaikan semasa hidupnya.

"Sehingga jadilah dia orang yang muflis (bangkrut), yakni orang yang amal kebaikannya habis untuk mengganti keburukan-keburukan yang dilakukannya," demikian tegas Ketua YGSN ini seraya mengutip sebuah hadits dari Abi Hurairah yang diriwayatkan Muslim ra.

  1. Kabar gembira diterimanya ibadah Ramadhan

Setelah zakat fithrah dibayarkan dosa-dosa akan terhapus dan digantikan dengan kebaikan. Terhapusnya dosa merupakan tahap akhir yakni pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan yaitu 'ithqun minannar atau terbebas dari api neraka. Namun tahap ini tidak akan dicapai tanpa dicapainya dua prasyarat sebelumnya yaitu tahap rahmat dan maghfirah.   

Sebagian jamaah muslimin (dok)

 3. Iedul Fithri hari saya para shaimin

Dikatakannya pula bahwa Iedul Fitri adalah hari raya khusus para shaimin (orang-orang yang berpuasa). Fathara artinya berbuka puasa. Bagi orang-orang yang pada bulan Ramadhan berpuasa hari ini mereka diharamkan berpuasa. Mereka diharuskan fathur atau sarapan pagi. Pada hari ini para shaimin juga diwajibkan melaksanakan zakat fithrah.

"Dengan demikian zakatul fithr sebenarnya adalah zakat untuk makan pada hari saya Iedul Fithri," demikian tegasnya.

  1. Iedul Fithri di tengah pandemi

Tahun ini merupakan tahun kedua Iedul Fthri di masa pandemi. Sekalipun menimbulkan keterbatasan dalam berbagai hal hendaknya orang-orang yang beriman tetap bersabar menghadapinya. Rasulullah saw sendiri takjub kepada orang-orang beriman karena semua hal dipandangnya sebagai kebaikan. Bila mendapat kebaikan dia akan bersyukur sedangkan bila mendapat musibah ia tetap bersabat. Demikian dikatakan Endi seraya menyitir hadits no 7692 yang diriwayatkan Muslim ra.

Sebagian jamaah muslimah (dok)

  1. Yang miskin yang berjasa

Dikatakannya bahwa adanya kaum kaya dan kaum miskin keduanya terdapat sombiosis mutualisma. Orang-orang yang kaya secara ekonomis memerlukan orang-orang miskin untuk membembersihkan harta mereka melalui zakat, infak dan sedekah yang dikeluarkannya. Dengan sedekah yang diberikannya, orang-orang kaya tidak boleh merasa 'berjasa' namun harus berterima kasih karena masih ada yang mau menerima sedekahnya.

Sebaliknya bagi kaum miskin harus bisa merefleksikan sikap terima kasih atas kebaikan orang lain. Boleh jadi Allahlah yang menggerakkan hati orang lain untuk bersedekah.

"Kaya dan miskin merupakan hasil dari proses. Kedua hal ini merupakan ladang ibadah dan dua hal yang saling menguatkan," demikian tegasnya.

Pada bagian akhir khutbahnya Endi menegaskan bahwa masa pandemi jangan sampai menyurutlan semangat saling memaafkan baik dengan saudara maupun orang tua yang jauh di tempat lain.

"Manfaatkan teknologi dan media sosial," demikian pungkas Endi. 

*

Pengurus DKM Al Madeena juga mengorganisir zakat berupa beras dan uang. Zakat berupa beras terkumpul sebanyak 42,5 kg dan uang sebanyak Rp. 1.300.000. Selanjutnya dibagikan kepada 34 orang mustahik di sekitar lokasi sekolah.

"Disesuaikan dengan zakat yang terkumpul, pembagian zakat tahun ini sementara diprioritaskan bagi mustahik terdekat di sekitar sekolah. Insyaallah pada kesempatan mendatang dapat menjangkau mustahik yang lebih luas," demikian kata Ust Ade. 

*

Setelah pelaksanaan shalat Ied pengurus Yayasan yang hadir melaksanakan ramah-tamah sambil menyantap hidangan khas Lebaran yakni ketupat, opor ayam dan sambal godog. Pembina, Ketua YGSM, pengurus yayasan lainnya serta pengurus DKM Al Madeena beserta keluarga berkumpul di Gedung Operasional untuk menikmati makanan khas Betawi tersebut.

Allahu akbar walillahil hamdu

***

 

 

 

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...