Student One Islamic School

Raising a smart, creative and Quranic Generation

  • Patuhi selalu protokol kesehatan
  • Masker Anda melindungi orang lain
  • Student One menggunakan Microsoft 365 sebagai paltform Pembelajaran Jarak Jauh
  • Mematuhi protokol kesehatan adalah ikhtiar, selanjutnya berdoa dan tawakkal kepada Allah swt
  • Student One masih membuka pendaftaran siswa baru tahun 2021
  • Mari shalat Jumat di masjid Al Madeena Student One
  • Guru dan karyawan adalah asset berharga kami
  • Selamat Mengikuti English Day dan Student Workshop (Kindy SO)
  • Selamat Mengikuti SO Scienta

Belajar Dengan Nabi Musa dan Nabi Khaidir, Kajian SPC Primary Student One

Jum'at, 05 Februari 2021 ~ Oleh Administrator ~ Dilihat 123 Kali

Supporting Parent Community (SPC) Student One Islamic School kembali menyelenggarakan kajian Islam yang diselenggarakan secara online, Jumat (05/02/21). Kali ini SPC menghadirkan narasumber Nyimas Novita Sari Ayu dengan judul kajian "Adab Terhadap Guru" Tadabur Al Quran QS. Al Kahfi ayat 60-82.

Sekolah sangat mendukung kegiatan seperti ini karena memfasilitasi kegiatan belajar orang tua tanpa batas waktu dan tempat. 

Demikian disampaikan Headmaster Primary Student One Islamic School, Ade Sodikin saat membuka kajian.

Ade juga mengharapkan materi ini dapat memberikan bekal kepada orang tua dalam mendidik putra-putrinya.

Ade Sodikin saat membuka kajian (dok)

**

Dalam penjelasannya Nyimas menyampaikan beberapa pelajaran pada surat dan ayat terebut. Sebagaimana diketahui ayat ini menceritakan proses berguru Nabi Musa kepada Nabi Khaidir. Diantaranya berbicara tentang pentingnya menuntut ilmu, adab kepada guru dan pentingnya fata (pemuda) yakni proses regenerasi.

Lebih lanjut Nyimas mengatakan bahwa niat menuntut ilmu harus selalu dikobarkan. Seperti yang dikatakan Nabi Musa as. saat bertemu Nabi Khaidir as. yang bersedia mengikuti perjalanan gurunya itu.

Selama perjalanan Allah menyuguhkan proses pembelajaran kepada Nabi Musa. Misalnya pada peristiwa membocorkan perahu dan anak muda, Khaidir bertujuan menghindarkan mudharat. Sedangkan sikap sabar dibelajarkan pada saat memperbaiki rumah reyot sementara badan dalam keadaan lapar dan lelah. 

Sekalipun menimbulkan tanda tanya, Nabi Musa tetap sabar mengikuti perjalanan bersama gurunya. Musa menunjukkan sikap santun dan jujur terhadap guru dalam menghadapi dan mengkritisi fenomena janggal.

Menutup kajian, Nyimas mengharapkan hikmah ayat tersebut dapat membekali orang tua dalam membersamai belajar putra-putrinya di rumah.

***

#kajianspc

#studentoneislamicschool

 By : O_pick

KOMENTARI TULISAN INI

  1. TULISAN TERKAIT
...